APLIKASI HASIL MODIFIKASI MODEL INVESTIGASI KELOMPOK PADA PEMBELAJARAN IPA

APLIKASI HASIL MODIFIKASI MODEL INVESTIGASI KELOMPOK

PADA PEMBELAJARAN IPA

BAB I.

PENDAHULUAN

  1. A.      Latar Belakang

Penggunaan metode pembelajaran yang masih didominasi oleh ceramah dalam pembelajaran IPA merupakan faktor penyebab kurang berkembangnya prestasi belajar siswa di sekolah. Selain hal tersebut diatas, model pelajaran yang selalu sama dalam semua materi membuat  peserta didik merasa jenuh, yang pada akhirnya menyebabkan prestasi belajar IPA siswa menjadi rendah.

Upaya untuk meningkatkan prestasi hasil belajar  IPA siswa  dapat dikembangkan dengan model pembelajaran kooperatif. Salah satunya adalah model pembelajaran Investigasi Kelompok dengan media alat peraga dan presentasi dari masing-masing kelompok. Presentasi yang ditampilkan dari masing-masing kelompok dibuat sendiri oleh tiap kelompok secara mandiri, dengan menggunakan tampilan model charta atau majalah dinding. Hasil karya ini dapat dipresentasikan dan dikomunikasikan didepan kelas, sehingga seluruh kelompok dapat mengamati dan mendiskusikannya. Dengan model pembelajaran investigasi kelompok  ini diharapkan siswa menjadi lebih aktif dalam menemukan dan memecahkan permasalahannya sendiri. Pembelajaran lebih bermakna karena siswa menjadi lebih mandiri dalam menyusun laporan dan  dapat mempertanggungjawabkan hasil penemuannya di depan kelas.

Penulis memilih model pembelajaran Investigasi Kelompok  karena model Investigasi Kelompok ini telah konsisten menemukan bahwa siswa yang belajar dengan cara ini dapat belajar dan memahami materi pelajaran dengan lebih baik dari pada siswa yang sekedar mendengarkan materi pelajaran.

Pembelajaran adalah sebuah proses bimbingan dari seorang  guru sebagai pendidik  untuk membelajarkan para peserta didik yang diharapkan ada kegiatan belajar pada diri peserta didik. Hal ini yang menjadi dasar bagi pendidik agar dapat menciptakan sebuah perencanaan pembelajaran sebagai usaha mengembangkan kegiatan pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Oleh karena itu terciptalah metode-metode pembelajaran yang menjadi salah satu langkah pendidik untuk menerapkan suatu kegiatan pembelajaran yang bermakna yang dapat menimbulkan kegiatan belajar pada diri peserta didik. Tetapi dari sebagian besar pendidik (guru) belum paham secara penuh pentingnya penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran sehingga masih jarang pendidik  menggunakan variasi metode dalam pembelajaran.

Proses pembelajaran yang menempatkan guru atau pendidik sebagai satu-satunya sumber ilmu pengetahuan masih banyak kita jumpai. Penggunaan variasi strategi dan metode pembelajaran juga masih jarang  digunakan. Dengan cara ini seolah-olah siswa atau peserta didik sebagai botol kosong pasif yang siap diiisi ilmu pengetahuan oleh sang guru, apapun atau bagaimanapun kondisinya. Hasil yang dicapai melalui proses ini menjadikan siswa kurang kreatif dan kurang dapat mengembangkan diri serta sukar untuk mengaplikasikan apa yang telah diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari. Belajar juga kurang bermakna karena jauh dari apa yang dihadapi peserta didik setiap hari. Oleh karena itu di dalam laporan ini dijelaskan sebuah  pendekatan model pembelajaran Investigasi Kelompok  yang telah dimodifikasi dan hasilnya dapat dimanfaatkan oleh pendidik (guru) dalam mengembangkan proses pembelajaran mulai dari persiapan sampai kepada akhir pembelajaran.

Sehubungan dengan hal ini penulis mencoba mendisain dan memodifikasi model Investigasi Kelompok menjadi model pembelajaran yang sesuai dan dapat meningkatkan motivasi peserta didik, serta dapat menemukan solusi dan memecahkan hambatan-hambatan dalam proses pembelajaran khususnya dalam pelajaran IPA.

Siswa dalam model pembelajaran ini diajak untuk menemukan masalah sendiri, mengkaji permasalahan, mengumpulkan data, serta menganalisa pemecahan masalah secara berkelompok serta mendiskusikan dan menyusun display dalam bentuk charta untuk dipresentasikan di depan kelompok yang lain.

Diharapkan dengan proses pembelajaran ini siswa terpacu dan termotivasi untuk memahami pelajaran dengan baik. Dan diharapkan pula untuk para pendidik, konsep pembelajaran ini menjadi salah satu metode  atau pendekatan dalam upaya para pendidik untuk  memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada di dalam penyampaian materi pelajaran  baik dalam proses pembelajaran maupun untuk meningkatkan pemahaman sisawa khususnya pada mata pelajaran IPA.

 

  1. B.      Maksud dan Tujuan
    1. Untuk menambah wawasan para pemerhati pendidikan dan para pendidik di bidang pendidikan  bahwa dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif , khususnya model Investigasi Kelompok yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajarannya.
    2. Untuk menerapkan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan model  Investigasi Kelompok dengan  modifikasi dan menyusun display  atau charta  serta dipresentasikan di depan kelas secara berkelompok.
    3. Untuk memodifikasi model investigasi kelompok dengan disain pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan siswa serta esensi materi pelajaran dan menerapkan hasil pembelajaran dengan menyusun laporan dalam bentuk presentasi dan diskusi kelompok.

 

  1. C.      Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran kooperatif secara luas, yaitu mencakup ciri, tujuan, dan pelaksanaan pembelajaran?
  2. Apa saja fase-fase (langkah) model pembelajaran kooperatif dan pendekatan pembelajaran kooperatif serta pembandingnya?
  3. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran kooperatif model Investigasi Kelompok (Group Investigation) secara luas, yaitu mencakup ciri, tujuan, pelaksanaan pembelajaran, langkah-langkah, dan factor-faktor yang mempengaruhi model pembelajaran Investigasi Kelompok?

 

  1. D.      Batasan Masalah
    1. Mengetahui konsep pembelajaran kooperatif secara luas, yaitu mencakup ciri, tujuan, dan pelaksanaan pembelajaran.
    2. Mempelajari fase-fase (langkah) model pembelajaran kooperatif dan pendekatan pembelajaran kooperatif serta pembandingnya.
    3. Mempelajari pembelajaran kooperatif model Investigasi Kelompok (Group Investigation) secara luas, yaitu mencakup ciri, tujuan, pelaksanaan pembelajaran, langkah-langkah, dan factor-faktor yang mempengaruhi model pembelajaran Investigasi Kelompok.

 

  1. E.       Sistematika Penyusunan Makalah

Bab I. Pendahuluan

Bab II. Pembahasan Makalah

Bab III. Kesimpulan dan Saran

 

Lampiran:

Kepustakaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II.

PEMBAHASAN PERMASALAHAN

 

  1. A.      Pendekatan Pada Model Pembelajaran Investigasi Kelompok

Pengertian pembelajaran Model Investiasi Kelompok (Group Investigation), Investigasi atau penyelidikan merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan kemungkinan siswa untuk mengembangkan pemahaman siswa melalui  berbagai kegiatan dan dapat menghasilkan produk sesuai dengan pengembangan yang dilalui siswa dalam proses pembelajaran.

Kegiatan belajar diawali dengan masalah-masalah yang diberikan oleh pendidik sedangkan kegiatan belajar selanjutnya cenderung terbuka, artinya tidak terstruktur secara ketat oleh guru yang dalam pelaksanaannya mengacu pada berbagai teori investigasi, seperti mengumpulkan data, menyusun laporan serta mempresentasikannya di depan kelas.

Pada investigasi, siswa belajar secara bebas, individual atau kelompok. Guru (pendidik) hanya bertindak sebagai motivator dan fasilitator yang memberikan dorongan siswa untuk dapat mengungkapkan pendapat atau menuangkan pemikiran meraka serta menggunakan pengetahuan awal mereka dalam memahami situasi baru.

Pendidik  juga berperan dalam mendorong siswa untuk dapat memperbaiki hasil penemuan mereka sendiri maupun hasil kelompoknya. Terkadang mereka memerlukan bantuan orang lain, termasuk guru untuk dapat menggali pengetahuan yang diperlukan, misalnya melalui pengembangan pertanyaan-pertanyaan yang lebih terarah, detail atau rinci.

Dengan demikian guru (pendidik)  harus menjaga supaya suasana belajar mengajar sehat dan kondusif, hal ini diperlukan agar investigasi tidak berhenti di tengah jalan.

Dapat disimpulkan bahwa investigasi ialah proses penyelidikan yang dilakukan seseorang dan selanjutnya  orang tersebut  mengkomunikasikan hasil perolehannya, dapat membandingkannya dengan perolehan orang lain, karena dalam suatu investigasi dapat diperoleh satu atau lebih dari hasil penyelidikan atau penemuan. Sedangkan Investigasi Kelompok ialah strategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik atau materi pembelajaran.

 

 

 

  1. B.      Ciri-Ciri Model pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation)

Para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil dan memiliki independensi terhadap pendidik (guru). Penelitian (inquiry), penelitian disini  ialah proses dinamika peserta didik (siswa) untuk memberikan respon terhadap masalah. Pengetahuan (knowledge), pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dinamika belajar kelompok (the dynamic of the learning group), menunjukkan suasana yang menggambarkan sekelompok  untuk saling berinteraksi yang melibatkan berbagai ide dan pendapat serta saling bertukar pengalaman melalui proses saling berargumentasi.

 

  1. C.      Tujuan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation)

Menuntut para peserta didik untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok (group process skils) dan melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri.

Untuk para pendidik supaya lebih mempersiapkan diri dalam menerapkan bahwa tugas pendidik dalam proses pembelajaran sebagai fasilitator dan menjaga suasana belajar mengajar yang sehat dan dinamis serta penuh dengan keterbukaan dan demokrasi.

 

  1. D.      Pelaksanaan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation)

Dalam pelaksanaan model pembelajaran Investigasi Kelompok mempunyai tahapan pendahuluan sebagai berikut:

  1. Seleksi topik pengorganisasian kelompok, yaitu  guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang  anggotanya heterogen.
  2. Tahap identifikasi topik, dimana siswa  menentukan subtopik dari sebuah wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan dulu oleh guru.

 

Kemudian, tahap berikutnya dilanjutkan dengan:

a). Perencanaan  kelompok

Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih.

b). Pelaksanaan investigasi

Para siswa melaksanakan rencana yang  telah di rumuskan sebelumnya.

c). Penyajian laporan

Siswa membuat laporan kerja kelompok dan dipresentasikan di depan kelas.

d). Langkah-Langkah Dalam Implementasi Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group

Investigation)

1). siswa dihadapkan pada situasi yang problematik.

2). Siswa melakukan eksplorasi sebagai respon terhadap situasi yang problematik itu.

3). Siswa dalam kelompok mengatur pembagian tugas dan merumuskan tujuan

bersama.

4). Siswa melakukan kegiatan individual dan kelompok.

5). Siswa dalam kelompoknya mengkaji apakah situasi problematis yang dihadapi telah

dapat dicairkan solusinya.

6). Secara kelompok atau individual siswa melakukan recycle activities (tindakan

pengulangan) dalam menyusun laporan dan menganalisis pemecahan masalah dalam

bentuk display atau charta.

7). Tiap-tiap kelompok menyusun display atau charta  dalam bentuk laporan majalah

dinding untuk dapat dipresentasikan dan didiskusikan secara kelompok.

8). Perwakilan dari tiap kelompok mempresentasikan materi dalam bentuk paparan di

depan kelas.

9). Tiap- tiap kelompok  mendiskusikan hasil penemuannya untuk dapat meningkatkan

pemahamannya.

 

  1. E.       Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation)
    1. Pembelajaran berpusat pada siswa.
    2. Pembelajaran yang dilakukan membuat suasana saling bekerja sama dan berinteraksi antar siswa dalam kelompok tanpa memandang latar belakang.
    3. Siswa dilatih untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi.
    4. Adanya motivasi yang mendorong siswa agar aktif dalam proses belajar mulai dari tahap pertama sampai pada tahap akhir pelajaran.

 

 

  1. F.       Penerapan Dalam Pembelajaran IPA

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa investigasi ialah proses penyelidikan yang dilakukan seseorang dan selanjutnya orang tersebut mengutarakan hasil dari penyelidikan tersebut, kemudian membandingkannya dengan hasil yang dari didapat orang lain, karena dalam suatu investigasi dapat diperoleh satu atau lebih hasil  dari penyelidikan terhadap permasalahan.

Oleh karena itu dapat dilihat bahwa dari sisi model pembelajaran Investigasi Kelompok dapat diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran IPA, dengan menerapkan pembelajaran kelompok dalam membangun konsep siswa dari hasil penyelidikan dan penemuannya sendiri.

Di dalam model ini terdapat tiga konsep utama yaitu:

  1. Penelitian atau inquiry.
  2. Pengetahuan atau knowledge.
  3. Dinamika belajar kelompok atau the dynamics of the learning group.

 

Didalam kelas yang menerapkan model Investigasi Kelompok itu sendiri, pendidik (guru) lebih berperan sebagai fasilitator, mediator dan pemberi kritik yang bersahabat. Dalam kerangka ini pendidik seyogyanya membimbing dan mengarahkan kelompok melalui tiga tahap, yaitu:

  1. Tahap pemecahan masalah.
  2. Tahap pengelolaan kelas.
  3. Tahap pemaknaan secara perseorangan.

 

Tahap pemecahan masalah berkenaan dengan proses menjawab pertanyaan, apa yang menjadi hakikat masalah, dan apa yang menjadi fokus masalah. Tahap pengelolaan kelas berkenaan dengan menjawab pertanyaan, informasi apa saja yang diperlukan, bagaimana mengorganisasikan kelompok untuk memperoleh informasi itu. Sedangkan tahap pemaknaan perseorangan berkenaan dengan proses pengkajian bagaimana kelompok menghayati kesimpulan yang dibuatnya, dan apa yang membedakan seseorang dari hasil yang diperoleh dengan penemuannya dari proses pembelajaran tersebut.

Dari proses pembelajaran diatas dapat dilihat bahwa peranan pendidik sebagai fasilitator dan turut aktif dalam menciptakan suasana  belajar yang sehat dan kondusif, serta mengarahkan peserta didik untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sedangkan peranan peserta didik adalah aktif dalam memecahkan permasalahan dengan mencari data, menyusun data, mengolah data serta menganalisa dan memaparkan (mempresentasikan) di depan kelompok yang lain dari hasil penemuan dan penyelidikannya dalam pemecahan masalah. Peserta didik juga aktif membandingkan hasil penyelidikannya dengan kelompok lain untuk mendapatkan informasi dan mendapatkan pembanding dalam penyempurnaan dan perbaikan dari hasil penyelidikan kelompoknya sendiri. Selain itu peserta didik dapat saling terbuka untuk mengutarakan apa yang dialaminya, apa yang dirasakannya, dan apa yang ada dibenaknya serta dalam mengeluarkan pendapatnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III.

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. A.      Kesimpulan
    1. Pembelajaran ialah sebuah proses para pendidik membelajarkan peserta didik yang diharapkan ada kegiatan belajar pada diri siswa. Hal ini menjadi dasar bagi guru agar dapat menciptakan sebuah perencanaan pembelajaran sebagai usaha mengembangkan kegiatan pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
    2. Model Investigasi Kelompok  merupakan salah satu cara dalam mendapatkan hasil pembelajaran yang maksimal khususnya dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, dengan siswa aktif dalam menemukan permasalahan, mengumpulkan data, menganalisa data, mendiskusikan dalam kelompok serta menyusun display (charta) untuk dapat dipresentasikan dan didiskusikan dengan kelompok lain di depan kelas.
    3. Model Investigasi Kelompok ini melibatkan siswa sejak mulai dari perencanaan,  persiapan, serta menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi.
    4. Model Investigasi Kelompok menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses pada diskusi kelompok.
    5. Model Investigasi Kelompok melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri.
    6. Dalam model Investigasi Kelompok keterlibatan siswa secara aktif dapat terlihat mulai dari tahap pertama sampai pada tahap akhir pembelajaran.

 

  1. B.      Saran
    1. Perlu kajian yang lebih  mendalam untuk membuktikan penerapan pendekatan model Investigasi Kelompok yang telah dimodifikasi ini, merupakan salah satu cara model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
    2. Guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator, motivator dan juga mediator dalam mewujudkan suasana belajar mengajar yang sehat dan kondusif sehingga dapat membimbing siswa dalam model pembelajaran ini dengan lebih terbuka dan demokratis.
    3. Guru juga lebih kreatif dan membantu proses pembelajaran ini dengan mempersiapkan sumber belajar, alat dan bahan untuk membuat display atau charta serta membantu juga dalam memberikan informasi dalam bentuk jurnal, atau media informasi ilmiah kepada para peserta didik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Abeefatihazzuri.2010.Model Pembelajaran Investigasi.
  2. Urrahman.2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta
  3. Isno, Joko.2001. Penguasaan Konsep dan Prinsip serta Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa , Melalui Model Pembelajaran Investigai Kelompok
  4. http:.//id.shvoong.com/social-sciences/sociology/1964875-model-pembelajaran-investigasi/. (Di akses pada hari Minggu, 23 Desember 2012)
Pos ini dipublikasikan di model-model pembelajaran. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s