KONSEP SCAFFOLDING

KONSEP  SCAFFOLDING

Suatu kerangka yang mendasari guru sebagai tuntunan kepada anak  untuk melalui zona perkembangan proksimalnya.

Bisa diasumsikan dalam pembangunan kontruksi bangunan diperlukan stage dalam pengecoran beton, setelah beton menjadi kuat stage dilepas.

Jadi dalam model pembelajaran Scaffolding, anak diberi “kerangka” untuk menjadi kuat, setelah bisa mandiri anak bisa dilepas dan pada umumnya akan lebih kuat dari pada kerangknya.

 

JURISPRUDENSIAL

Proses jurisprudensial lebih mengarah pada permasalahan social, tapi dalam ilmu fisika bisa membantu  hukum dalam pemecahan masalah social yang berkaitan dengan ilmu fisika atau tehnologi scince.

Contoh:

  1. Pembangunan reactor nuklir di gunung Muria, Jepara. Hubungan social / penduduk yang menolak pembangunan reactor nuklir.

Sebagai ilmuwan kita berkewajiban memberikan penjelasan kepada penduduk/ masyarakat tentang factor factor bahaya yang mempengaruhi lingkungan sekitar sepeti bahaya kebocoran nuklir.

Jalur hukum yang bisa ditempuh memnberi masukan ke pemerintah ( kementerian ESDM ) untuk menolak perencanaan pembangunan reactor nuklir

 

  1. Pembangunan SUTET ( Saluran Udara Tegangan Tinggi )

Menganalisis secara ilmiah  pengaruh bahaya radiasi  apabiala berada didaerah SUTET, kita bisa memberikan saran bidang hukum kepada masyarakat untuk menggugat pada pihak yang terkait (PLN) untuk mengkaji pembangunan SUTET

 

 

 

INDUCTIVE THINGKING MODEL

 

Dari model pengajaran ini siswa akan mendapatkan:

  1. Informasi, konsep, keahlian, pembentukan hipotesa
  2. Proses pembentukan konsep
  3. Konsep dan system konseptual serta penerapannya

 

Dampak pengiring dari model induktif thingking :

  1. Motivasi menemukan sesuatu
  2. Kesadaran tentang imu pengetahuan alam
  3. Berpikir secara logis

 

 

ATTAINING CONCEPT

 

  1. Siswa diberikan sejumlah kelompok data
  2. Siswa diajak menentukan konsep yang sesuai berdasarkan data yang ada

( pada tahap awal akan muncul beberapa konsep yang didapat )

  1. Guru dapat memasukkan data lain untuk mengarahkan pada satu konsep yang akan ditemukan.

 

 

 

KONSEP

Konsep awal yg dikemukakan siswa

Ditarik magnet Tidak ditarik magnet
konduktor isolator
Logam Non logam

YES

NO

DATA

paku pensil
pisau sisir
Serbuk besi Serbuk kayu
Data dampak penggiring Uang logam Rp 1000 Uang logam Rp 100
Pengerucutan  konsep berdasar data penggiring Ditarik magnet Tidak ditarik magnet

 

Pos ini dipublikasikan di model-model pembelajaran, teori belajar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s