Mnemonic

Mnemonic

  • Orientasi Model Menghafal

Pada dasarnya semua orang membutuhkan informasi. Ada sebagian yang tak menyadari betapa pentingnya informasi, sehingga mereka mengabaikannya. Sebagian yang lain yang justru ada yang sanggup menyerap banyak informasi dan menghafalnya dengan sangat efektif.

Telah banyak penelitian dan juga keinginan untuk melakukan pengembangan metode bagaimana membuat siswa memiliki format untuk menghafal efektif sekaligus menyenangkan. Metode ini mempunyai dua komponen dasar. Yang pertama menyediakan materi yang sudah dikenal dihubungkan dengan link yang berisi obyek-obyek yang tak dikenal. Yang kedua menyediakan asosiasi dalam membentuk makna materi baru.

Metode mnemonic sangat bermanfaat tidak hanya bagi orang yang sadar pentingnya menyerap informasi secara efektif, tetapi juga bagi mereka yang hanya menghafal secara alamiah atau sekedar ingin menghafal tanpa merasa butuh informasi itu. Penelitian sudah menunjukkan fakta bahwa para siswa yang kurang baik hafalannya sangat terbantu dengan metode mnemonic ini.

Untuk siswa siswa yang masih mudapun ( TK dan kelas 1 SD ) terbukti sangat efektif terbantu dengan mnemonic asal gurunya sudah memberikan link-link bantuan. Jadi, dengan metode link ini ada dua manfaat penting. Yang pertama adalah mempermudah siswa membuat asosiasi dan melatih hafalan. Yang kedua adalah mengajarkan siswa untuk kratif membuat link mereka sendiri.

 

  • Pengertian memori Mnemonik

Kamus Oxford mengartikan mnemonik adalah “tentang atau terdesain untuk membantu ingatan”. Kecanggihan dari teknik mnemonik bisa didapatkan dimana-mana, akan tetapi beberapa hal berikut ini adalah bantuan teknik mnemonik yang sederhana untuk mengingat dan dapat digunakan siapa saja dengan seksama.

Instruksi mnemonik mengacu kepada instruksi atau strategi belajar yang terancang secara khusus untuk mengingatkan memori. Hal ini dimaksudkan untuk memodifikasi atau mengubah informasi yang bisa dipelajari dan bertujuan menghubungkan langsung dengan informasi dimana para pembelajar segera dapat mengetahuinya.

Mnemonik adalah teknik yang teruji ilmiah berdasarkan pengetahuan manusia tentang prinsip-prinsip memori. Terdapat hubungan kata untuk membantu mengingat bahan-bahan, metode pancang, teknik potong, asosiasi (cerita), asosiasi konyol dan penggunaan akronim dan akrostik. Teknik akronim dapat digunakan saat mempelajari warna-warna pelangi, yaitu mejikuhibiniu. Strategi mnemonik terkumpulkan dari berbagai artikel-artikel penelitian yang digunakan untuk mempelajari nama orang, bahasa asing, negara, ibukota, huruf-huruf alphabet dan pengejaan beberapa nama.

 

  • Teknik Mnemonik

1. Teknik kata kunci (key word)

Teknik kata kunci adalah salah satu teknik mnemonik. Teknik kata kunci mempunyai berbagai macam variasi aplikasi yang bisa membantu untuk mengingat. Salah satu kemungkinannya yaitu dalam mengajarkan kata-kata baru.

Teknik ini membantu untuk mengingat bahwa barrister adalah kata lain dari lawyer, pertama-tama ciptakan kata kunci dari kata asing, barrister. Kata kunci adalah kata yang terdengar seperti kata baru dan mudah digambarkan. Lalu ciptakan sebuah gambar dari kata kunci dan definisi tersebut bersama-sama. Kedua hal tersebut penting saat saling berinteraksi dan tidak ditampilkan dalam gambar yang sama. Jangan menggunakan gambar bear dan lawyer dalam satu gambar yang terpisah. Ini menyebabkan gambar tidak menarik karena elemen-elemennya tidak saling berinteraksi. Lebih baik jika gambar tersebut adalah gambar beruang yang sedang berakting sebagai pengacara di pengadilan, contohnya; membela kliennya yang tidak bersalah. Cara lain adalah dengan menciptakan gambar dan memperlihatkan di atas proyektor, tetapi bisa juga dilakukan dengan media lainnya. Saat menggunakan teknik ini, harus dipastikan telah memahami semua bagian dengan baik.

 

2. Teknik pancang

Pancang adalah teknik hafalan yang digunakan ketika mengingat angka-angka, meskipun dapat juga digunakan untuk mengingat hal-hal yang lain. Teknik ini berdasarkan ide bahwa memori jangka pendek itu terbatas pada jumlah benda yang ada. Biasanya setiap orang dapat mengingat 7 (lebih atau kurang 2) “benda” dalam memori jangka pendek. Dengan kata lain, orang dapat mengingat 5 sampai 9 barang dalam sekali waktu. Jika diperhatikan, nomor telepon lokal terdiri dari 6-7 digit, hal ini memungkinkan seseorang dapat mengingat dalam sekali waktu.

Saat menggunakan teknik ini untuk mengingat sesuatu, dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah benda yang akan diingat dalam memori dengan meningkatkan ukuran dari setiap benda. Dalam mengingat jumlah dawai 64831996, bisa dihafal setiap nomor individu atau dengan memancangnya menjadi 64 83 19 96. Hal ini berarti angka 64831996 dihafalkan dengan memancangnya, tidak dihafalkan 8 angka secara keseluruhan, tetapi dipancang-pancang menjadi 4 bagian. Hal ini sangat membantu jika dari pancangan tersebut terdapat angka yang sudah akrab, (seperti empat huruf dibelakang di atas 1996 )

.

3. Teknik Loci

Teknik ini banyak digunakan oleh para orator dalam menyampaikan pidato, hal ini menggabungkan penggunaan organisasi, ingatan visual dan asosiasi. Sebelum menggunakan teknik ini, harus diidentifikasi dahulu langkah yang diambil. Dapat dilakukan saat melangkah dari kelas menuju asrama, mengelilingi rumah, ataupun hal yang familiar. Hal terpenting adalah ingatan visual dapat dilihat dengan jelas dari langkah dan objek yang akan dilalui. Setelah menentukan langkah, bayangkan sedang berjalan melaluinya, dan identifikasi hal-hal yang menonjol yang akan dilalui. Seperti contohnya, hal pertama yang menonjol (penanda) yang akan ditemui saat menuju rumah adalah kamar, ruang depan atau aula dari rumah tersebut dan atau patung yang telah akrab disana. Jumlah hal-hal yang menonjol (penanda) yang akan dipilih tergantung seberapa banyak benda yang akan diingat.

Setelah menentukan langkah dan memvisualkan penandanya, teknik ini siap untuk digunakan, langkah-langkah tersebut untuk mengingat materi yang harus dihafal. Hal ini dilakukan secara mental dengan mengasosiasikan setiap informasi yang dibutuhkan untuk mengingat dengan salah satu penanda yang ada.

 

 

4. Teknik Irama dan lagu

Ritme, pengulangan, melodi, irama, semua itu dapat membantu untuk menghafal. Dalam buku Homer’s Odyssey yang berisi tentang cerita Yunani dijelaskan tentang para pencerita yang menggantungkan semua itu pada ingatannya. Penggunaan irama, ritme, dan pengulangan membantu mereka untuk mengingat.

Menggunakan teknik ini akan sangat menyenangkan, terutama terhadap orang-orang yang suka berkreasi. Irama dan lagu akan tergambar dalam memori auditorium dan akan berguna bagi siapa saja yang ingin belajar nada, lagu dan puisi dengan mudah. Seperti teknik yang lain, dalam bagian ini mereka memfokuskan pada hafalan saja tanpa pemaknaan. Sama halnya ketika memikirkan irama dan lagu, jangan terlalu lama menciptakan mereka (irama).

 

5. Teknik Akronim

Teknik ini membentuk akronim dengan menggunakan setiap awal huruf dari sekelompok kata untuk membentuk kata baru. Hal ini akan berguna ketika menghafalkan kata dalam susunan tertentu. Akronim sangat umum dalam banyak bahasa dan bidang. Beberapa contoh akronim; PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) TNI (Tentara Nasional Indonesia), FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dan LASER (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation).

Meskipun akronim sangat membantu dalam menghafal, teknik ini juga memiliki kelemahan. Pertama, teknik ini cocok untuk yang senang dengan hafalan, bukan untuk pemahaman. Bedakan antara pemahaman dengan hafalan, memahami adalah cara paling jitu untuk mengahafal. Orang berasumsi jika mereka telah menghafal sesuatu, mereka harus “tahu” itu; tetapi hafalan tidak menyiratkan sebuah pemahaman. Masalah kedua dari akronim adalah terkadang sulit untuk membentuk akronim itu sendiri. Tidak semua jenis kata akan dapat disusun dengan teknik ini. Ahirnya, akronim, seperti teknik-teknik yang lainnya, akan mudah terlupakan kecuali memang sering dihafalkan.

 

6. Teknik Acrostik (kalimat dan susunan kata).

Teknik Acrostik hampir sama pengertiannya dengan teknik akronim. Teknik acrostik merupakan salah satu teknik mengingat dengan menggunakan huruf pertama pada setiap kata untuk mengingat. Huruf dalam teknik ini digunakan sebagai kata pengganti untuk sebuah kata baru. Beberapa contohya adalah:

a. Pipo londo (ping atau perkalian, poro atau pembagian, lan atau penjumlahan, sudo atau pengurangan) artinya susunan operasi matematika: Perkalian dan Pembagian sebelum Penambahan dan Pengurangan

b. Kings Phil Came Over for the Genes Special (Kingdom, Phylum, Class, Order, Genus, Species)

Seperti akronim, susunan kata bisa sangat mudah diingat dan akan sangat membantu saat membutuhkan sejumlah daftar dari susunan tertentu. Satu manfaat dari akronim adalah tak terbatas. Jika kalimat kemudian tidak mudah dibentuk dengan akronim, gunakanlah akrostik. Di satu sisi, Mereka dapat membantu untuk menghafal seluruh bagian kalimat daripada satu kata (kasus akronim). Disisi lain, akronim memiliki persoalan, yaitu hanya hafalan tanpa pemahaman.

 

7. Teknik mengingat dengan Huruf

Teknik huruf, adalah teknik menggunakan huruf dengan cepat untuk mengingat suatu daftar kata, dan paling mudah dikenal oleh anak-anak. Akronim dari nama benda akan mudah diingat saat huruf pertama bisa diingat. Hal ini tidak selalu benar adanya. Sebagai contoh, jika seorang anak tidak tahu tentang sesuatu, hanya dengan mengingat huruf pertama, tidak akan cukup untuk bisa mengingat kemudian.

Kesesuaian kata tidak bisa diperoleh dari huruf pertama saja, sebagai contoh, jika ingin menghafal nama planet yang mengelilingi matahari, huruf yang tersusun akan menjadi, M-V-B-M-J-S-U-N-P, dari huruf mana kata kemudian bisa terbentuk. Dalam kasus ini, akrostik bisa digunakan untuk mempermudah, dimana huruf pertama dapat dikreasi sedemikian rupa sehingga menjadi kalimat. Dapat dibuat kalimat seperti ”Mbak Vonny beli mangga, jambu dan salak untuk non poppy”. Nama-nama planet tersebut harus cukup mudah untuk dikenal dengan hanya memberi huruf pertama, dan harus mudah dibedakan bahwa M itu kepanjangan dari Merkurius, dan bukan Mars. Contoh yang lain, untuk mengingat klassifikasi taksonomi dari benda hidup, seperti kalimat, “King Philip’s class ordered a family of gentle Spaniels.” Kalimat ini bisa berarti, kingdom, phylum, class, oreder, family, genus, dan species.

 

8. Teknik Simonides (pasak lokasi)

Teknik hafalan ini ditemukan setelah peristiwa tanah liat di Yunani kuno. Sekitar tahun 500 sebelum masehi, seorang yunani bernama Simonides telah memenangkan pertandingan Olimpiade, dan kemenangan tersebut dirayakan di rumahnya. Ia memberi kata sambutan dan pujian untuk  pegulat, kemudian ia meninggalkan perjamuan tersebut. Ketika ia keluar dari rumah, atap runtuh dan menjatuhi siapa saja yang ada di dalam rumah. Walaupun tubuh para korban telah terkoyak-koyak, tetapi Simonides masih dapat mengingat dimana mereka duduk. Dengan hal itu, ia bisa menyebutkan nama-nama orang yang mengahadiri perjamuan tersebut. Ia mengetahui dimana setiap orang duduk dan bisa mengingat siapa mereka.

Simonides menyadari bahwa dengan menggunakan imajinasi dan satu rangkaian lokasi dapat membantu mengingat hal lainnya. Teknik ini dikenal dengan teknik simonides (teknik pasak lokasi), tetapi harus mebiasakannya di rumah bukan di tempat perjamuan.

Teknik ini membantu untuk mengingat suatu keadaan, sama seperti gambar yang membantu untuk mengingat.

 

9. Teknik Chaining

Teknik ini digunakan untuk mengingat daftar urut ataupun tidak urut, tetapi juga dapat digunakan untuk mengingat hal-hal yang lain misalnya, rumus matematika ataupun fisika. Teknik ini dibuat dalam bentuk cerita yang mempunyai alur sekaligus memberi gambaran tentang apa yang diingat.

Teknik ini dapat dikatakan gabungan dari beberapa teknik sebelumnya antara lain teknik kata kunci, acrostic, teknik mengingat dengan huruf dan yang lainnya. Teknik ini menggunakan kata-kata kunci sebagai ide pokok dalam cerita, kata-kata tersebut dapat berupa akrostik ataupun baru berupa huruf-huruf tinggal bagaimana menggunakan dan merangkai kata-kata untuk menyusun suatu alur cerita, bahkan kadang juga diperlukan gambar atau bagan untuk memvisualisasikan cerita.

Pos ini dipublikasikan di model-model pembelajaran. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s