Scientific Inquiry (Penelitian Ilmiah)

Scientific Inquiry

(Penelitian Ilmiah)

Skenario

Di London, Ontario, siswa-siswa bimbingan Pak Hendrick masuk kelas dengan membawa beberapa benda, seperti kaca, botol, bel,. Kotak-kotak yang terbuat dari kayu yang berukuran berbeda (yang ada lubangnya, garpu tala, Xilofon, dan seruling kayu kecil yang mereka kumpulkan saaat istirahat makan siang. Objek-objek ini dihamparkan di dalam runag kelas, dan dalam beberapa saat, mereka bermain-main dengan benda tersebut, hingga susasana dalam kelas sangat gaduh. Pak Hendrick hanya melihat bagaimana siswa-siswanya sangat senang dengan objek-objek yang telah mereka kumpulkan itu.

Setelah beberapa menit, mereka mulai duduk dan salah satunya dari mereka bertanya, “Apa yang igin kita lakukan dnegan semua ini, Pak? Sepertinya Bapak ingin membuat penemuan ini seperti orchestra?”

“Ya, begitulah,” dia tersenyum. “Sebenarnya, untuk beberapa minggu ke depan, kelas ini beserta benda-benda yang kalian kumpulkan, akan menjadi laboratorium bunyi kita.“ Dia beranjak dari ruangan dan mengambil sebuah alat music yang terbuat dari kayu dan kawat, lalu memetik salah satu dari kawat tersebut. Pada saat yang sama, dia menggunakan sendok untuk memukul sebuah botol softdrink di meja sebelahnya. “Apa yang kalian temukan dari bunyi ini?” dia bertanya, lalu memetik dan memukul kembali dua alat musik itu.

“Hei,” salah seorang siswa berkata, “ini bunyi yang sama tetapi berbeda.”

“Coba sekali lagi,” usul salah seorang siswa, dan Pak Hendrick melakukannya. Sesaat setelah itu, semua siswa akhirnya tahubahwa bunyi-bunyi itu berada dalam nada dan tingkat yang sama.

“Nah, tugas kalian,” jelas Pak Hendrick, “adalah menyelidiki apa yang membuat suara atau bunyi bervariasi. Lalu, cobalah untuk mendeskripsikan variasi itu. Karena terbatasnya perangkat alat musik di ruangan ini, saya ingin kalian mengatur diri kalian sendiri untuk melakukan beberapa eksperimentasi seadanya dan menyajikan pada saya seperangkat prinsip yang kalian anggap dapat mengilustrasikan variasi-variasi tersebut. Jika selesai, saya ingin kalian bisa mendeskripsikan pada saya bagaimana kalian mendesain sebuah alat music dengan kemampuan-kemampuan tertentu. Nanti, saya akan jelaskan pada kalian apa yang sebenarnya saya inginkan dari instrument bunyi tersebut, dan kalian dapat menjelaskan pada saya bagaimana instrument tadi. Setelah itu, kita akan menguji gagasan kita. Namun, sekarang yang terpenting, kalian mengatur diri kalian sendiri ke dalam kelompok dan mendiskusikan bagaimana kita melaksanakan rencana pembelajaran ini. Apa ada yang puny aide?”

“Ok…” Shelly memberanikan diri, “Saya lihat semua objek ini terbuat dari lima jenis bahan yang berbeda-beda. Mungkin kita dapat membuat lima kelompok siswa, dan setiap kelompok harus bereksperimen dengan masing-masing bahan tadi. Kemudian, kita dapat mendiskusikan  apa yang telah kita pelajari, lalu mendiskusikan dan memeriksa kelompok-kelompok yang lain. Setelah itu, kita adapat memutuskan apa yang akan kita lakukan selanjutnya.”

Beberapa siswa juga memberikan usulan. Bahkan, mereka sudah menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk merencanakan bagaimana pembelajaran ini dimulai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Dampak – Dampak Instruksional dan Pengiring dari Model Penelitian

 

Syntax

Model Penelitian

Struktur Pengajaran

Tahap Pertama : Menyajikan Suatu Bidang Penelitian pada Siswa

Tahap Kedua : Siswa Mendesain Masalah

Tahap Ketiga : Siswa Mengidentifikasi Masalah dalam Penelitian

Tahap Keempat : Siswa Memperkirakan Cara-Cara untuk Memperjelas Kesulitan dalam Penelitian

 

Sistem Sosial

Model ini memiliki susunan dan kerangka kerja yang cukup mudah, dan mendorong mekarnya iklim intelektual dalam kelas.

Peran/Tugas Guru

Guru menyuburkan penelitian, menuntun siswa menuju proses penelitian dari pada sekadar melakukan identifikasi

Sistem Pendukung

Model ini memerlukan istruktur fleksibel yang handal dalam proses penelitian dan dalam penyediaan masalah bidang-bidang penelitian.

 

 

 

Pos ini dipublikasikan di model-model pembelajaran. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s